AKJII Kediri Raya Ajak Berikan Narasi Positif di Tengah Efisiensi Anggaran dan Dinamika Hubungan Internasional
RSI.com — Kediri - Di tengah tantangan global yang kian kompleks — mulai dari konflik bersenjata, perubahan iklim, krisis kesehatan, kemiskinan, hingga ancaman siber — isu human security atau keamanan manusia menjadi hal yang semakin penting untuk mendapat perhatian serius. Urgensi perlindungan terhadap kesejahteraan manusia kini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media dan organisasi profesi.
Dikutip dari prasetya.ub.ac.id, Kepala Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional (PPHI) periode 2025–2030 menjelaskan bahwa saat ini tengah terjadi masalisasi jurusan Hubungan Internasional (HI). Kondisi ini membawa dua sisi: di satu sisi memberikan banyak peluang dan jaringan pertemanan baru, namun di sisi lain juga menciptakan kompetisi yang semakin ketat, khususnya di dunia kerja. Hal ini diharapkan mampu menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi, wadah berpikir kritis, dan ruang berinovasi.
Sementara itu, dikutip dari beritanasional.id, Pemerintah Pusat akan memangkas anggaran hingga 29 persen atau setara Rp200 triliun secara nasional pada tahun 2026. Kebijakan ini tentu berimplikasi terhadap belanja daerah, peredaran uang, dan tingkat konsumsi masyarakat. Namun demikian, langkah efisiensi ini tidak dimaknai sebagai penghambat pembangunan. Sebaliknya, menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi lokal dan melahirkan inovasi baru dalam tata kelola pembangunan.
Pemkab Kediri, misalnya, berkomitmen untuk tetap menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Belanja daerah akan difokuskan pada kegiatan yang produktif dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, APBD bukan hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Dalam konteks inilah, peran media menjadi sangat penting. Pengawas AKJII Kediri Raya, Ninik Qurotul Aini, menegaskan bahwa organisasi profesinya berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Media memiliki peran vital dalam membangun optimisme publik. Di tengah efisiensi anggaran dan dinamika hubungan internasional, sumbangsih terbaik kita adalah menghadirkan narasi yang positif, mendorong semangat kebersamaan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan media, diharapkan tercipta ruang publik yang sehat, kritis, namun tetap konstruktif. Di tengah segala keterbatasan, narasi positif akan menjadi energi baru untuk menggerakkan semangat perubahan menuju Kediri Raya yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.
(Redaksi)
