Ekonomi Digital Jadi Mesin Baru RI, Menko Airlangga Sebut Nilainya Hampir Tembus USD100 Miliar



RSI.com - Di tengah guncangan ekonomi global dan tensi geopolitik dunia, perekonomian Indonesia tetap aman dan stabil. Pada triwulan IV 2025, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 5,39% (yoy). Angka ini menjadikannya salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20.


Kekuatan utama penopang prestasi ini adalah konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 53,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 


Dengan basis pasar lebih dari 280 juta penduduk, sektor ekonomi digital kini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama di masa depan.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah sangat serius menggarap potensi digitalisasi, terutama melalui adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


“Pemerintah memandang digitalisasi dan AI sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sangat menjanjikan, nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai USD 100 miliar,” jelas Airlangga melalui siaran persnya yang dikutip pada Rabu (8/4/2026).


Prestasi Indonesia di kancah global pun terus meroket. Berdasarkan Global Innovation Index (GII) 2025, posisi Indonesia melesat ke peringkat 55, naik tajam dari peringkat 85 pada tahun 2020. 


Saat ini, tanah air telah melahirkan sekitar 3.200 startup dan 7 unicorn global yang mendominasi berbagai sektor.


Meski peluang terbuka lebar, tantangan besar muncul dari sisi tenaga kerja. Laporan World Economic Forum memprediksi 22% jenis pekerjaan akan berubah dalam beberapa tahun ke depan akibat adopsi teknologi.


Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah bekerja sama dengan Arm Holdings untuk melatih 15.000 talenta di bidang AI tahun ini. 


Di level regional, Indonesia juga memelopori penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan rampung pada 2026 sebagai fondasi ekonomi digital se-Asia Tenggara.


Ia menambahkan bahwa pengolahan data instan melalui AI akan mempermudah UMKM dalam membaca tren pasar. 


"Pemanfaatan teknologi AI ini untuk mengoptimalkan daya beli para mitra, khususnya usaha kecil dan menengah. Selain itu, pemanfaatan data secara instan, mulai dari tren penjualan hingga ringkasan pelanggan, tentu akan membantu pelaku UMKM dalam menentukan jenis produk yang perlu dikembangkan maupun dipasok,” tandasnya.


Acara ini turut dihadiri oleh Menteri UMKM Maman Abdurahman, Co-Founder dan CEO Grab Holdings Anthony Tan, serta CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi.


Sumber: beritanasional.com