Kalang Kabut Krisis Energi, Eropa Serukan Kerja Jarak Jauh



RSI.com -  Krisis energi yang melanda dunia memaksa negara untuk melakukan langkah penghematan atau efisiensi, tidak terkecuali eropa yang dibuat kalang kabut karena kondisi tersebut. Komisi Eropa meminta negara-negara anggota Uni Eropa (EU) untuk menerapkan berbagai langkah dukungan, termasuk kewajiban kerja dari jarak jauh di tengah krisis energi.Jaringan & Stasiun TV


Melansir Antara, Senin (20/4/2026) dalam lampiran draf komunikasi Komisi mengatakan perusahaan harus didorong untuk memberlakukan sedikitnya satu hari kerja dari mana pun (work from anywhere/WFA).


Komisi juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.


Selain itu, Komisi Eropa akan menetapkan target elektrifikasi baru dan mengumumkan dukungan bagi negara-negara Uni Eropa untuk mengembangkan program sewa sosial untuk teknologi ramah lingkungan seperti pompa kalor dan kendaraan listrik.


Pihaknya juga diperkirakan akan merekomendasikan penghematan konsumsi gas dan minyak, mencatat bahwa panduan serupa telah dikeluarkan oleh Brussel pada 2022 lalu.


Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan  mereka telah menutup Selat Hormuz sejak Sabtu malam, dan ini akan tetap berlaku sampai blokade Angkatan Laut AS sepenuhnya dicabut.


Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global.


Washington menegaskan kapal non-Iran bebas melewati Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea masuk ke Teheran.


Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.


Sumber: beritanasional.com