Serangan AS-Israel Hantam 30 Universitas di Iran, Fasilitas Riset Rusak
RSI.com - Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah berdampak pada puluhan institusi pendidikan di Iran sejak konflik terbaru pecah pada 28 Februari.
Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran, Hossein Simaei Saraf, menyebut sedikitnya 30 universitas terdampak dalam serangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Saraf saat meninjau kerusakan di pusat riset laser dan plasma di Shahid Beheshti University, Teheran selatan. Fasilitas tersebut mengalami kerusakan setelah terkena serangan udara pada Jumat.
Fasilitas Riset Jadi Sasaran
Menurut Saraf, serangan tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyasar komunitas akademik. Ia menegaskan bahwa ilmuwan Iran telah lama menjadi target, bahkan sejumlah profesor dari Shahid Beheshti University dilaporkan tewas dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari terakhir.
“Menyerang universitas dan pusat penelitian sama saja membawa peradaban kembali ke zaman batu,” ujarnya seperti dikutip dari aljazeera, Senin (6/4/2026).
Serangan terhadap kampus dan fasilitas riset dinilai memperparah dampak perang, terutama terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Iran.
Infrastruktur pendidikan yang rusak berpotensi menghambat aktivitas akademik serta riset jangka panjang.
Pernyataan Saraf juga menyinggung ancaman sebelumnya dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang pernah menyatakan akan menghancurkan infrastruktur Iran secara sistematis.
Sumber: beritanasional.com
