Survei Kemenag soal Indeks Kualitas Beragama 2025: Gen Z Paling Toleran & Jago Ngaji Dibanding Milenial
RSI.com - Generasi Z (Gen Z) terbukti menjadi motor penggerak baru dalam kehidupan beragama di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025, generasi muda ini mencatatkan tingkat toleransi dan kemampuan membaca Al-Quran yang melampaui generasi Milenial hingga Baby Boomers.
Survei yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Alvara Strategic Research ini memberikan sinyal optimisme bagi masa depan kerukunan bangsa.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menyambut positif temuan ini. Ia menilai data tersebut sangat krusial bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan strategis ke depan.
“Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme. Laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” ujar Arsad yang dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (31/12/2025).
Arsad menambahkan bahwa capaian ini selaras dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam membangun SDM unggul.
"Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkokoh kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi stabilitas nasional,” katanya.
Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi membedah tiga poin utama yang membuat Gen Z menonjol dalam survei ini:
* Literasi Al-Quran Tertinggi: Indeks kemampuan membaca Al-Quran dengan tartil pada Gen Z mencapai 56,29, mengalahkan Milenial (54,06) dan Generasi X (53,97).
* Menolak Persekusi: Gen Z mencatat skor tertinggi (80,03) dalam hal sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi lain.
* Kedewasaan Menghargai Perbedaan: Secara umum, indeks toleransi Gen Z berada di angka 79,65, lebih tinggi dari Milenial dan Baby Boomers.
“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” tegas Lilik.
Meski masyarakat perdesaan masih unggul tipis dalam dimensi ibadah harian, masyarakat perkotaan yang didominasi anak muda memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.
Lilik menilai modal intelektual dan toleransi matang ini adalah aset besar bagi persatuan sosial menuju Indonesia Emas 2045.
“Gen Z dan Milenial adalah pilar masa depan. Walaupun terdapat tantangan dalam pengamalan ibadah harian, modal intelektual melalui pemahaman Al-Qur’an dan sikap toleransi yang matang merupakan aset besar bagi kohesi sosial,” tandasnya.
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama 2025 berada pada angka 78,80 (Kategori Tinggi), dengan Dimensi Akhlak sebagai skor tertinggi (81,88).
Survei ini melibatkan 1.208 responden di 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sumber: beritanasional.com
